31.10.11

"halo?"
"halo, Mum. assalamualaikum."
"wa alaikumsalam wa rohmatullohi wa barokatuh. kamu di mana, Nak?"
"ada di kosan, Mum."
"kamu udah makan?"
"udah."
"kamu sehat?"
"alhamdulillah. sehat. di rumah gimana? sehat semua?"
"iya. ibu sama semua di sini sehat."
"teman-teman kamu?"
"baik, Mum. semua baik."
"kamu ada kabar apa?"
"ngga ada, Mum. semuanya biasa aja. normal."
"yang waktu itu udah ada hasilnya?"
"haha,, nanti kalau sudah ada, aku kabari."
"adek kamu katanya mau ngomong."
"ok."

*****

"dia bilang apa aja?"
"banyak, Mum. haha,, jangan diulang. abis-abisin pulsa."
"rambut kamu gimana?"
"pendek. tenang saja."
"kemarin ibu nonton tv, katanya donat-donat yang suka dijajakan ke rumah-rumah di sana banyak yang memakai lilin. sangat tidak baik untuk kesehatan. kamu suka beli?"
"iya, Mum. belakangan ini tiap pagi makan donat. suka lewat di depan kosan."
"kamu hati-hati, ya. kalau bisa, berhenti aja. lilin dalam donat itu untuk membuat donat jadi empuk. dan bisa tahan lama. jadi, kalau tidak habis besoknya bisa dijual lagi."
"iya, Mum. besok tidak makan donat lagi."
"donatnya nggak apa-apa. tapi kamu beli dunkin atau j.co aja."
"tapi ngga lewat di depan kosan."
"hahahha. kamu makan donat pas kamu lagi ingin makan donat aja. jangan karena tidak ada nasi atau makanan lain kamu malah makan donat sebagai pengganti nasi."
"iya, Mum."
"kalau mie? kamu masih sering makan?"
"yaah, telat, Mum. tadi pagi baru aja ke indomaret, nyetok mie banyak sekarang."
"yaudah, jangan sering-sering ya. emangnya kamu beli berapa?"
"ada sepuluh. popmie sepuluh."
"dua puluh? kenapa? uang kamu habis?"
"belum, tapi lagi males makan nasi."
"kenapa?"
"bosan."
"yasudah, kamu makan yang baik-baik aja ya. jangan mie terus. roti. itu lebih baik dari mie. terus banyak makan buah. di dekat sana banyak yang jual buah kan? waktu itu ibu lihat."
"iya. ada."
"kamu masih ingat ibu pak fahmi?"
"masih, kenapa?"
"dia meninggal tadi pagi, dini hari, jam dua."
"inna lillahi wa inna ilaihi rojiun."
"kalau bu azet masih ingat ngga? teman ibu mengajar?"
"masihlah."
"kemarin juga meninggal."
"ya tuhan."
"ayu sekarang di mana?"
"ayu mana?"
"ayu teman sekelas kamu pas sd."
"di depok kayaknya."
"kamu udah ketemu dia?"
"emang ada apa? terakhir ketemu ya pas kita di balairung itu."
"adeknya, aldi, kan meninggal hari minggu lalu."
"hah? kok nggak ada yang ngasih tau?"
"kamu jarang ketemu teman di sini ya kalau di sana?"
"iya, Mum. sekarang lagi sering nggak ketemu siapa-siapa."
"yasudah, nanti kamu telfon ayu ya."
"ya."
"ini ayah mau ngomong katanya."

*****

"kamu sekarang masih banyak ngerokok?"
"nggak."
"nggak baik buat kesehatan."
"iya."
"solat jangan lupa ya. baca alquran. berdoa. semoga kita semua dijaga tuhan."
"iya. baik, Mum."
"ada lagi? kamu udah makan, kan?"
"belum, Mum. nanti makan."
"ada lagi nggak?"
"i wanna ask you something."
"yes. sure."
"ibu, kalau aku terlahir cacat, masihkah aku anakmu?"
"(saya benar-benar merasa ibu saya tersenyum di sana.)"
"ibu, kalau aku terlahir gila, masihkah aku anakmu?"
"ya."
"ibu, jika nanti suatu saat jika aku cacat atau gila, masihkah aku anakmu?"
"ya. kamu akan tetap anakku."
"ibu."
"ya."
"jangan tanya kenapa aku akan menanyakan itu."
"baik. tapi ibu sekarang juga mau tanya. boleh?"
"sure."
"kalau ibu cacat dan gila, masihkah kamu menganggap ibu ibumu?"
"Mum, i dont know."
"(sekali lagi saya sangat yakin kalau ibu saya tersenyum di sana.)"
"Mum, sekarang ayah masih sering berburu?"
"masih. kenapa? kamu kangen ikut?"
"mungkin."
"hahaha. iya, sekarang ayahmu berangkat sendiri. bawa anjing dua. dua-duanya di jok depan."
"hahaha,, masih kayak biasa? boots, jeans, ikat pinggang berburu, pisau, tempat minum, kemeja, scarf, dan topi koboi?"
"hahahaha. masih. itu sebenarnya termasuk keunikan orang kita. buru babi kok kayak pengembala sapi."
"ah, ngga apa-apa. yang penting gaya."
"hahahaha."
"Mum, tadi masak apa aja?"
"sekarang ada sup. kata nasya enak. dia tadi ikut masak."
"wah. hebat juga."
"iya dong. anak perempuan harus jago masak. ini dia mau ngomong lagi katanya."

*****

"sudah, Nak."
"udah."
"jaga diri baik-baik ya. masih suka keluar malam?"
"nggak, udah jarang."
"jangan keluar sampai malam-malam banget ya. jaga kesehatan."
"ya, Mum."
"nanti lebaran kamu mau di mana?"
"jalan-jalan ke mana-mana kayaknya. nggak pulang."
"yaudah, nanti kabari lagi kamu mau jalaan ke mana ya."
"iya."
"istirahat yang cukup ya, Nak. assalamualaikum."
"wa alaikumsalam."



ini percakapan saya dengan ibu saya.
entah kenapa saya merekamnya.
dan entah kenapa pula saya menulisnya dan mempublishnya di sini.
entah kenapa.