30.10.11


saya pikir orang dulu jauh lebih berani.
dan jauh lebih berhati-hati.

mereka mengenal sindiran. banyak macam. sindiran-sindiran. tapi kena. tidak jarang tepat sasaran.
dan kamu tentu tahu sindiran itu apa dan untuk apa. orang yang kena, tidak mati. tidak marah. akan tetapi, mereka sadar. lalu kembali (ke arah) benar.

kita sekarang juga punya. banyak. salah satunya twitter. entah gejala apa, tiba-tiba kita pakai itu media untuk begitu. ada yang bilang namanya nomention. bahasanya buruk. tapi sindirannya tidak lagi sindiran orang dulu. tidak tepat sasaran dan tidak untuk mengingatkan. tidak jarang juga yang kena malah mengamuk. marah-marah. tidak jarang juga yang kena malah terbunuh. mati karakternya. pembunuhan karakter pula jatuhnya.

bukan bermaksud berkata zaman kita adalah zaman yang kurang hati-hati dan kurang berani dalam dunia persindiran, tetapi memang sering saya temui yang demikian. jika ditanya, mereka bilang bukan. susah juga, karena nomention itu. sekarang apa-apa mesti ada bukti tertulis walaupun jelas-jelas sesuatu telah jadi objeknya. jika terbukti, tinggal bilang saja twitter itu tempat sampah. apa-apa boleh dibuang di sana. saya sebut nomention dan twitter-tempat-sampah itu tameng. tapi tameng-tameng yang seperti itu bukanlah tameng yang kuat saya rasa. berlindung di balik awang-awang dan berlindung di balik tong sampah. tidak kuat benar saya rasa.

jika setelah tameng kedua, yang-berkata-twitter-itu-tempat-sampah tidak lagi dapat melindungi, maka biasanya pertengkaran terjadi. entah membalas. entah pula menggunakan diam sebagai bentuk balasan kejam.

saya tidak mengerti benar. tapi itulah yang saya dapat sejauh pengertian saya tentang masalah yang tidak akan saya pikirkan benar ini. saya rasa, kalau kita anggap twitter itu tempat sampah, ayolah kita berhenti bermain-main di sana. bukankah kita sudah diajarkan sedari kecil untuk tidak bermain sampah dan yang kotor-kotor lainnya? atau bagaimana kalau kita daur ulang sampah-sampah itu menjadi sesuatu yang lebih berguna? atau kita bersihkah sampah-sampah itu, lalu menjadikannya sebuah tempat yang lebih nyaman? atau definisi kita--twitter itu tempat sampah--yang dari awal sudah salah?

marilah kita berkawan.
dengan bermacam-macam.


nomention
hahahaahahahahahha,,