4.7.12

Line

ya. Line.

saya ingin buat media sosial dengan nama itu.
kenapa tali? selain mengikat, tali juga untuk menghubungkan.
tak ada salahnya juga memakai nama itu.
pertimbangan lainnya, saya suka "Line" karena kata itu adalah kosakata yang cuma terdiri dari satu sukukata.

apa bukti tali itu menghubungkan?
tidakkah kita biasa menyebut "tali darah"?
bukanlah 'pembuluh nadi' yang dimaksud dari idiom itu.

nanti akan berisi apa tali bikinanmu itu?
apa yang dihubungkannya?
saya kenal ibu saya. saya juga kenal ayah saya.
saya kenal kedua nenek saya.
tapi saya tidak kenal dengan kedua kakek saya.
yang saya dengar hanya cerita-cerita dari orang-orang saja.
saya belumlah pernah mendengarkan mereka bercerita.
ya. bercerita tentang apa pun. tentang diri mereka sekalipun.
saya sungguh tidak pernah dengar.

apalagi dengan orangtua mereka. mana pula saya tahu. bahkan ayah dan ibu saya juga tak kenal betul dengan kakek nenek mereka. sama seperti saya, mereka juga dapat cerita-ceritanya saja.

memangnya kenapa kalau dapat cerita-ceritannya saja?
manalah ada kepuasan dari diri manusia. kita ini ditakdirkan untuk tak pernah puas. itu kekurangan dan sekaligus kelebihan manusia.
belum lagi cerita itu tidak tentu kebenarannya. bisa saja itu hanya cerita-cerita saja. karena saya tak pernah mendengar mereka langsung.

jadi isinya?
"Line" akan berisi autobiografi. riwayat kehidupan yang dibikin sendiri oleh empunya hidup.
dia akan menceritakan masa demi masanya. akan menceritakan segala yang ingin ia ceritakan kepada yang bertalian dengannya. bisa saja dia membuat tulisan-tulisan yang akan dibaca baik-baik oleh anaknya, bisa saja dia mengeposkan gambar yang ia ingin anak cucunya melihat. atau juga mungkin suara. bahkan video.
hasilnya, generasi saat "Line" sudah mendunia, tidak akan mengalami hal yang saya alami sekarang. atau yang ibu ayah saya alami. setiap kita ini adalah sejarah di masa depan yang kita belum tahu pasti bentuknya apa.

sekaligus juga membentuk family tree. atau ranji dalam bahasa minang. atau silsilah keluarga kalau dalam bahasa indonesia.

menarik. kenapa kamu melakukan ini? dapat dari mana?
pertama, karena saya tidak mau cucu saya tidak kenal saya. kakeknya.
bukannya narsis atau pamer. saya tidak mau anak saya kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan anak-anak mereka yang cerdas jika mereka menanyakan tentang saya.
kedua, ada hal-hal yang kita rahasiakan. sulit bagi kita untuk mengatakannya semasa hidup. entah itu dosa besar. entah itu pahala besar. entah itu rahasia. entah itu kejutan yang manis.
ketiga, suatu malam saya pernah menjelma (mereka-reka) menjadi adam dan hawa, dua manusia pertama di bumi. dan kitalah hasil mereka. keturunan yang senang berperang dan bermusuhan.
padahal bukan untuk itulah kita diciptakan.
lalu dalam 'jelmaan' saya, saya berharap mereka sudah mengenal aksara. dan sangat berharap bisa menggunakan fasilitas internet. tapi tak ada.
\jika saat itu internet sudah ada, sy yakin adamlah yang membuat ini pertama kali. jadi kita sedunia bisa lihat kita bersaudara macam apa. jauhkah? dekatkah? atau yang lainnya. jadi kita tak usah lagi berkata "orang lain". kita semua bersaudara. kita tak boleh lupa. beda pendapat itu biasa. dan itu sungguhlah lumrah.

ayo, ikut saya! kita buat sebuah generasi baru yang tahu asal usul kita! berhentilah berperang! tidak senangkah melihat perdamaian? kita buat surga turun ke dunia!

(baik. saya akan mengikutimu.)