"prit..prit..prit.." kata periwitannya memanggil sy.
lalu sy berhenti, menghadapnya. seakan nama sy benar Prit-a Asmira.
"kenapa masuk jalur cepat? tak tahu peraturan?"
"tahu, pak. jalur cepat, kan? sy bisa jauh lebih cepat dari mobil-mobil yang lewat di sana."
"ngeyel kamu?! Mau ke mana, hah?!"
"ketemu rikwanto. ada yg mau diobrolin."
diam
"oo. jalan..jalan. lain kali jangan masuk jalur cepat lagi."
"oke, pak!"
belum jauh sy beranjak, dia sudah mulai lagi panggil-panggil Prit-a yang lain.
Nb: Prita-Prita jakarta, jika sudah tak kuasa menahan sabar, bunuh saja. (: