14.11.12

sy pernah membayangkan nanti hari-hari sy akan diisi oleh seorang anak perempuan yang manis sekali.
dia pintar.
lucu.
sy tidak akan mempermasalahkan dari mana dia berasal.
adopsi.
tak sengaja menemukannya di pinggir jalan.
atau seseorang meninggalkannya di depan pintu.
di depan rumah kayu.

sy akan senang dengannya.

ini salah satu cerita sy dengannya.

suatu hari kami pergi ke kota.
dia perlu beberapa baju baru untuk kegiatannya yang baru: mengganggu sy di peternakan.
tapi dia sungguh lucu.
dosanya tidak akan ada pada sy.

lalu dia meminta sy mengajaknya ke tempat makan yang menarik hatinya.
seperti biasa, cuma karena warna.
setelah itu, dia akan minta es krim.
dan setelah itu coklat.

setelah kenyang, dia akan mengajak sy ke taman.
sebenarnya tak ada dia pun sy tetap akan ke tempat itu kalau kebetulan berkunjung ke kota.
sekadar membaca.
tapi sekarang harus membaca dan mengawasinya.
biar dia tidak menceramahi beberapa orang tua yang kerap ada di sana.
beberapa minggu lalu dia melakukan itu.
katanya, agar sehat, harus olahraga.
dan dia sudah berada di posisi menarik-narik orang tua bungkuk berjalan lambat itu.
mungkin karena mereka baik,
atau anak perempuan itu terlalu lucu,
para orang tua tak memarahinya.
justru mereka tertawa.

hari itu segalanya sudah di mobil.
dia, dengan ranselnya yang kecil, sepatu, celana pendek, dan kausnya yang longgar, mulai berlarian.
merajai ayunan. tempatnya biasa bermain pasir.
membuat menara, katanya.
walaupun lebih mirip dengan kotoran raksasa, sy rasa tidak ada salah mengiyakan imajinasinya.
lalu dia akan tertawa bangga.

tak lama, mendung yang sedari tadi sudah memayungi, sudah mulai menyampaikan maksud kedatangannya: hujan.
akan lebat tampaknya.

lalu, anak perempuan sy itu akan berlari ke tempat sy sambil berteriak, "*****! rain! *****! rain!"
maksudnya adalah, "pakaikan jas hujanku! jangan lupa boots!"
lalu sy akan memutar badannya.
mengeluarkan jas hujan beningnya, lalu memasangkan boots karetnya yang berwarna merah.
setelah seragam hujan-hujannya lengkap terpakai, dia akan segera berlari-lari ke tengah hujan.
menginjak-injak genangan.
dan tertawa: menertawakan percikan yang dibuatnya sengaja.
lalu berlari-lari lagi.
senang sekali tampaknya.
lalu dia akan bersenandung.
melagukan entah apa.
tapi nada dan suaranya indah.
enak sekali mendengarnya.
kalau sedang nakal, dia akan berguling-guling di genangan yang agak besar dan dalam.
lalu dia akan pura-pura berenang.
dia baru akan berhenti kalau sy memanggilnya dengan nada marah yang dibuat-buat.
lalu dia akan beralasan, "aku baru saja jatuh. kamu tidak lihat! aku jatuh tiba-tiba!"
begitu terus.

dia lucu sekali.

lalu petir datang.
satu.
menggelegar.

dia kaget.

lalu dia akan berlari kencang menghampiri sy.
"what was that?" tanyanya berulang-ulang.
dengan raut muka yang takut, tapi juga ingin tahu.

lalu sy akan menjawabnya.
dan dia akan tetap menanyakan hal yang sama.
lagi-lagi berulang-ulang.

lalu sy angkat dia.
menyeka air hujan yang sempat menyelinap ke kening yang seharusnya terlindungi jas hujannya.

lalu kami akan ke mobil.
seluruh pakaiannya sy buka.
lalu sy lap badannyaa sampai kering.
lalu sy bungkus dengan handuk itu.
kalau sudah kering benar, dia akan melepasnya sendiri.
lalu sy akan menggantikan bajunya.

lalu kami pergi pulang.
kami harus cepat sampai.
ada acara televisi yang harus ditontonnya.
kalau telat, sy akan kena marah.
dan malamnya ia akan mengamuk.
dan tak akan tidur.
risikonya besar kalau acara itu telah mulai ketika kami sampai di rumah.
katanya, sy terlalu lambat menyetir.
terlalu main-main hujan tidak pernah mau ia salahkan.
karena sering sudah sy mengalami yang begitu, tontonannya sy rekam di video tape kami.
jadi, jika kami terlambat, dia tetap bisa menonton dengan tenang.
dan tak akan susah tidur malam.
dan tetap mau makan.

setelah dia tertidur, sy berdoa:
ini kata kakekku.
atau mungkin juga kakeknya kakekku.
"tanah yang bisa ditanami itu adalah tangah yang gembur.
subur.
bukan tanah yang keras.
gersang."
semoga kamu seperti itu.
karena darimulah beberapa hal yang indah dan hebat itu akan muncul.
selamat tidur, Nak.

(nanti kalau kamu sudah ada, kamu akan tertawa-tawa membaca ini.
oiya, dan ada satu anak yang ingin sy kenalkan kepadamu. 
dulu dia yang mengenalkanmu kepada sy sebelum kamu ada.)