30.11.12

tak semua rumah bersuka saat menang perang.
ada beberapa ibu yang meneteskan air mata dengan sengaja
setelah tahu kekelahan musuh dibayar oleh hidup anak lelakinya.
dan beberapa bapak mengurung diri di dalam ruangan.
bahkan menguatkan hati istrinya saja tubuhnya tak sanggup.
apalagi menangis bersama.
tak kuasa.

tak semua anak menikmati indah kembang api malam itu.
tak semua pengabar berteriak 'kita menang!' dengan ikhlas.
dan tak sedikit prajurit berhenti minum anggur
karena warnanya merah seperti darah.

berhentilah perang.

tapi kekalahan memang mesti segera hilang
dari darah ini.
berperanglah lagi.
sampai semua mati.
dan tak ada yang sedih hati.