waktu itu, aku tak bermaksud menciummu.
aku cuma sangat
haus.
di sana cuma ada kamu.
jadi aku meminum air liurmu untuk melepas
dahagaku.
kamu jangan pikir macam-macam.
(kata seorang perempuan dalam hati. ketika teman lelakinya
berkata, "aku mencintaimu. maukah kau menjadi pendampingku?")