14.11.12



yang paling kamu suka apa?

hujan, katamu.

sebegitu sukanya?

ya, katamu.

kenapa?

karena aku merasa hujan adalah kekasihku, katamu.

saat itu, aku lihat langit.
dan melihat awan mendung-teduh.
dia tersenyum.
aku membalas senyumnya dan meneruskan senyum itu kepadamu.

iya, kataku.
aku rasa dia benar-benar kekasihmu.

lalu hujan datang.

kamu berlari ke bawah atap.
dari sana kamu bilang, "hi, kenapa masih di sana? jangan seperti orang bodoh. kau bisa sakit!"

aku meneteskan air mata.
aku menangis sesegukan.
tapi hujan menyelamatkanku.
air mataku tak dibedakannya dengan tetesan air yang dijatuhkannya.
tangis sesegukanku ditutupinya dengan suaranya.

ya.sebentar, kataku.
aku harus menyelesaikan tangisku dulu, kataku dalam hati.
hujan menemaniku dengan sabar.
dia memeluk sekujur tubuhku dengan pelukannya yang dingin.
tapi setelahnya tubuhku akan panas.
bahkan bisa sakit karena menahan rindu.
dia adalah seorang kekasih yang paling kasihan.
kekasihnya lari ke tempat yang ia tak bisa jangkau saat ia datang.
bahkan kekasihnya bilang aku seperti orang bodoh saat menemaninya.

pelan-pelan, aku dan hujan berpelukan. 
semakin erat.
aku sampai menggigil.
aku rasa dia telah menjadi kekasihku.
bukan kekasihnya lagi.
atau masih tetap kekasihnya juga?
bagaimana mungkin?
ia berlari sangat cepat saat kau akan menyentuh dan memeluknya!
ya.
aku rasa aku dan hujan adalah pasangan kekasih yang baru.
pertemuan pertama kami ini adalah pertemuan yang hangat.
menggigil kali ini membuat badanku panas. 
mungkin aku sedang benar-benar jatuh cinta kepadanya.

besoknya, aku bertemu kamu lagi.

apa yang paling kau sukai?

hah? 
kau bertanya itu lagi? 
itu sudah kujawab kemarin.

jawaban hari ini masih sama dengan kemarin?

tentu saja.
kau kira aku bodoh?

tidak.aku cuma bertanya.

aku melihat ke langit.
dia menggeleng.
dia bilang, dia berbohong.
aku mengangguk.

lalu hujan datang lagi.
aku menghampirinya.

gadis itu, dari sana, mengumpatiku.
aku rasa kau sudah benar-benar bodoh, katanya.
lalu masuk ke rumahnya.
menutup pintu rapat.
agar air dan suaranya tak masuk.

yang aku heran sekarang adalah kenapa ia masih menganggap hujan adalah kekasihnya?

kamu yang bodoh.
karena hujan adalah kekasihku.

gadis sepertiku tak akan mencinta
dan merindu
sepertimu.