". . . . ."
"Nona, sungguhlah sy tiada kuasa meyakinkan hari muka dengan kata-kata yang takdirnya dapat berubah."
". . . . ."
"Nona, bagaimana kalau kita lalui saja? sy agaknya hanya seorang pemurung yang ragu kepada apa-apa. dan seperti itu juga kamu merasa."
". . . . ."
"mau kopi?"
"dengan senang hati!"
katakatataknyatamunculdimata.
untukmerahnyausia.