nanti kita akan ke laut.
akan sy sewakan kapal yang bisa kebut-kebutan untuk membawamu serta.
sampai di tengah sana, akan kita kebut jet ski yang sudah kita sewa dari penginapan.
kalau kamu kuat dan belum ngantuk, kita akan naik itu ke pantai.
cukup titip baju dan tempat bekalmu ke kapten kapal.
tapi malam ini kamu harus tidur dulu.
uma.
atau, kalau kamu mau, kita kembali saja ke kapal.
dan minum susu di sana.
sambil melihat matahari yang tenggelam di laut.
(jangan pernah berpikiran mengajarinya berenang.)
(malam memang harus datang, Sayang.)
sampai mesin kapal akhirnya menyala.
dan dia mengeluarkan bunyi klakson yang sedikit mengagetkanmu.
kita akan kembali ke pantai.
mungkin susu itu seperti obat tidur buatmu.
kamu tertidur.
dan sy memelukmu.
sekalian menjaga.
"kulitmu berwarna sama dengan musim panas."
"rambutku nakal-nakal. kata temanku, aku tak akan cocok dihadiahi sisir atau sikat rambut."
"banyak orang di dunia ini ingin rambut mereka seperti rambutmu."
"tapi aku susah kalau nanti sekolah mengharuskanku berambut rapi."
"sy pastikan kamu tidak akan bersekolah di tempat kaku macam itu."
"aku suka rambut ini."
"sy akan rusuh hati jika rambutmu tidak seperti ini. kalau kamu sedang tidur, dan rambut ini nakal lagi, kamu bisa dibuatnya senyum-senyum sendiri. rambut ini juga suka padamu."
"iya."
"ingat ibu yang kita temui minggu lalu? yang di kapel di atas bukit itu?"
"ya!"
"dia bilang, rambutmu bagus sekali. dan kamu cantik. kalau kamu tak hujan-hujanan melulu, kamu adalah anak kecil teranggun yang pernah ditemuinya."
"orang dewasa memuji selalu dengan syarat."
"haha, ya. tapi dia yang pinjamkan kita beranda. dia suguhi pula kopi kepada sy dan limun untukmu. dari sana bisa kita nikmati suasana kota kala senja sampai malam tiba. lampu-lampunya. dan kamu tidur sampai pagi setelah kita dari sana. tak bangun sedikitpun saat jalan pulang ke rumah."
"tapi aku suka hujan-hujanan."
"ya sudah. sy tidak akan melarang."
"i love you."
"haha, thank you. good night. uma."
![]() |
| "its raining outside!" |
