"tengok! tengok! lihat tidak?!"
"siapa? yang mana?"
"itu zamindar! zamindar!"
"apa perlu dia ke sini?"
"tidak tahu! mungkin akan menawar tanah Bapak!"
"tak mungkin. tanah kita sudah lama tak ada harganya. banjir selalu melanda. padang kita juga penuh hama. itu tidak mungkin."
"lihatlah! kudanya! keretanya! bahkan saisnya pun berpakaian rapi! celananya pun putih!"
"aku akan bilang bapak. kau, bunuhlah mereka semua. juga kudanya. yang berharga, kau bawalah pulang."
"sampai kapan kita akan begini?"
"sampai mati."
"mati siapa?"
"mati Bapak."