ketika ibu-ibu sedang panik memikirkan nasib perabotan rumah tangga akan terendam air,
ketika bapak-bapak panik memikirkan nasib keluarga, rumah, dan kendaraannya yang akan terendam air,
ketika pemerintah panik dan main salah-salahan tentang banyak hal yang menyebabkan banjir,
ketika orang-orang kaya panik memikirkan uang yang tak bisa mengalir,
ketika orang dewasa lain panik membicarakan ini-itu dan mendebatkan ani-anu,
anak-anak masih, "ayo main."
