suatu hari, sy dan anak kecil sy berdandan pada pagi hari.
soalnya, dua malam lalu sy memberi tahu bahwa hari ini dia akan bertemu ibu.
dia senang sekali.
sedari pagi, dia sudah tampak bersemangat.
matanya berseri-seri.
(dia juga yang membangunkan sy pagi itu.)
kami berdua berpakaian rapi.
lalu kami pergi.
ke tempat yang sudah sy taruh janji.
dengan anak kecil sy, kami berjalan kaki.
hari itu awal musim semi.
angin dingin-sejuk masih membuat kami bergidik beberapa kali.
sesampai di tempat itu, hanya ada satu yang sy lihat.
dan benarlah.
dia yang akan kami temui.
anak kecil sy senang luar biasa.
dia berlari.
dan berteriak "ibu" berkali-kali.
"jangan panggil aku ibu.
dan aku bukan ibumu.
aku tak pernah punya anak.
anak sepertimu."
setelah mendengar itu, dia berjalan ke tempat sy.
dengan matanya yang sudah redup serinya.
lalu dia mewariskan kepada sy apa yang tadi dia dengar.
jawaban yang dia dengar tadi itu.
karena sy tak rela dia bersedih terlalu lama, sy hibur hatinya.
sy ajak dia ke toko gula-gula.
biar rasa manis itu masuk ke mulutnya.
dan mengobati hatinya yang tadi luka.
setelah itu dia sudah tak lagi bersedih hari itu.
dia sudah mewariskan kesedihan hatinya pada sy.
lalu sy temani dia bermain.
lama sekali.
sembari mengobrol dengan seseorang yang membuat kami harus berdandan pagi ini.