Kenapa?
Karena baikkah bahasanya?
Karena baikkah dia berlogika?
Atau karena elok hubunganmu dengannya?
Atau karena itulah sebenar-benarnya berita?
Tidak. Jangan karena yang terakhir itu.
Sungguh tak ada yang benar-benar benar dalam sejarah.
Jika nanti kamu menemukan sejarah, dan itu tunggal, tidak ada versi lainnya, patutlah kamu curiga.
Tak ada sejarah yang isinya iya-iya saja.
Harus banyak versi.
Minimal dua.