30.6.14

Pernah dulu adik perempuan sy pulang ke rumah dengan kesal. Seperti orang ingin marah-marah. Ibu bertanya, kenapa. Dia menjawab, besok dia tidak akan datang lagi ke sekolah. Kami tertawa. Lalu dia akhirnya marah-marah. Sungguh marah. Dia merobek-robek koran hari ini. Setelah itu, dia serakkan semua mainannya. Xilophonenya sampai bercerai-berai. Dia marah.

Butuh waktu sampai sore bagi ibu untuk menjinakkan adik sy. Dan terbongkarlah misteri penyebab kemarahan Adik perempuan sy itu. 

Kira-kira, begini ceritanya.

N (adik sy) dan TN (teman adik sy) IN (guru TK)

TN: N, aku sudah tahu semua huruf.
N: me, too. Semuanya hafal.
TN: ini apa?
N: e.
TN: bukaaaaan, ini Aaaaa...
N: no! Ini e (A, dalam ejaan inggris.)
TN: bukaaaaan, ini Aaa... E bukan yang ini... Yang ini baru Eee.. (Menunjuk E.)
N: no. itu i. (E, dalam ejaan inggris.)
TN: bukaaaaan... Ini Eeee...
N: no. Yasudah, tanya ibu guru.

Lalu mereka ke ruang ibu guru. Dan guru mengiyakan perkataan temannya. 

Adik sy malu. Dia malu kepada dirinya sendiri. Kenapa dia bersekolah di sana. Setelah bercerita kepada ibu sy, dia bilang dia tidak mau ke sekolah yang ada guru sesat dan murid sesat itu lagi. Dia tidak mau.

Dari dalam kamarnya, terdengar seorang anak perempuan bersenandung lagu,

ABCDEFG 
HIJKLMNOP
QRSTUV
WXY and Z
Now i know my ABC's
Next time wont you sing along with me?